SIBOLGA MAGAZINE,BATANGTORU - Pembangunan jembatan Batang Toru adalah suatu prestasi pemerintah kolonial di Nederlandsch Indie. Berita ini sudah tersiar jauh hingga ke Eropa khususnya Nederland. Bahkan jembatan Batang Toru ini mendapat sambutan dalam suatu pameran di Amsterdam dimana jembatan lama dari rotan disandingkan dengan jembatan baru dari baja (Sumatra-courant: nieuws- en advertentieblad, 24-08-1886). Sang arsitek mendapat apresiasi sebagaimana dilaporkan oleh Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 04-01-1884: ‘Gubernur Jenderal di Batavia memuji hasil kerja Eisses dan diberi cuti selama dua bulan ke Eropa’.
![]() |
| Perkebunan kopi dan nenas di Batang Toru |
Namun diantara puja puji yang dialamatkan terhadap jembatan Batang Toru dan kepada arsitek Eisses, juga ada kritik yang dilancarkan, terutama ditujukan terhadap jembatan Batang Toru. Orang-orang yang kritik di satu sisi menganggap jembatan itu indah dan meski telah menelan biaya yang sangat fantastis tapi itu sepadan. Mereka menyoroti bahwa biaya yang sangat besar itu menganggap terlalu tinggi buat menghubungkan Sibolga dan Angkola. Ini dianggap taruhan pemerintah ‘membuang biaya besar’ dan merugikan (tidak sebanding pengeluaran dengan pendapatan yang diharapkan). Kendaraan yang melintas di atas jembatan hanya pedati dan masih lebih efisien dengan menyewa angkutan kuda yang hanya f2 per pikul. Memang harga kopi (Angkola dan Sipirok) terus meningkat tetapi apakah biaya investasi jembatan akan kembali dalam 40 tahun? Demikian para pengkritik (lihat juga Sumatra-courant: nieuws- en advertentieblad, 24-08-1886).

Silahkan Baca Kebijakan Komentar SIBOLGA MAGAZINE sebelum berkomentar.
EmoticonEmoticon